YouTube ‘Guru’ Online-ku

Judul di atas merupakan judul artikel pertama dari blog Ermadeyo. Meskipun masih bersifat sebagai ‘Newbie Blogger’, dia sudah bisa menemukan konsep awal menulis dengan tema ‘tips personal’. Setelah membaca artikelnya, saya masih menemukan beberapa hal yang perlu direvisi seperti;

Cara menentukan paragraf, kalimat utama dan penjelas

Penggunaan dan peletakan tanda baca

Pemilihan kosa kata dan penyusunannya di dalam kalimat

Gaya penyampaiannya atau gaya menulis

Karena dia meminta kritik dan saran yang membangun, maka saya sedikit merevisi tulisannya. Setelah melakukan revisi, saya memintanya untuk membandingkannya, dengan harapan, dia bisa memahami di mana letak perbedaannya.


Hasil revisi saya, sebagai berikut ↷

YouTube ‘Guru’ Online-ku

Di jaman sekarang yang serba canggih, menuntut aku yang seorang ibu rumah tangga harus memutar otak, agar bisa terampil dalam mengikuti perkembangan jaman tanpa harus mengeluarkan biaya dan waktu yang banyak.

Bagiku, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, merupakan pekerjaan yang membutuhkan tenaga khusus agar semua bisa terselesaikan dengan baik sehingga, kebutuhan anggota keluarga bisa terpenuhi dan kondisi rumah tangga tidak menjadi carut-marut.

Ini kisahku. Seorang ibu rumah tangga yang tinggal bersama baby boy yang baru berusia dua tahun. Rutinitas harianku tidak jauh berbeda seperti ibu rumah tangga pada umumnya; saat pagi mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga, mengurus dan menyiapkan keperluan anak dari A sampai Z, kemudian setelah jam dua siang aku bekerja sampai malam hari.

Untuk bisa menambah keterampilan agar bisa mengikuti perkembangan teknologi, yang menjadi pertanyaanku adalah, “kapan waktunya?” Kapan ke tempat kursus masak; kursus make-up, atau belajar keterampilan baru?

Selain masalah waktu, aku juga perlu menyisihkan sebagian uang untuk bisa membayar biaya kursus tersebut, yang bisa membuatku semakin berkembang lagi.

lalu kenapa, baru sekarang terpikirkan olehku untuk menambah keterampilan ini dan itu? “Lha dulu kemana mbak?” Semasa mudaku digunakan untuk belajar (sekolah), bekerja dan jalan-jalan.

Tidak dipungkiri lagi, pada jaman milenial yang serba canggih ini, sudah menjadi kebutuhan untuk mengikuti perkembangan jaman, supaya kita tidak tertinggal hanya karena kita masih menggunakan cara yang ‘ramah dan santun’. Oleh karena itu, berawal dari niat dan kemauan untuk mengembangkan keterampilan diri, dengan modal kuota dan -terkadang menumpang ‘wifi tetangga’

Apa ada yang sama sepertiku?

Aku mencoba belajar melalui media sosial YouTube. Aku mulai mengunduh dan menonton beberapa video tutorial keterampilan yang ada di sana, untuk aku pelajari lalu kemudian mencobanya di rumah.

Hasilnya cukup lumayan. Beberapa kue bolu hasil karyaku sudah matang dan bisa dicoba. Cara membuatnya tentu saja, aku pelajari dari guru online-ku, si-YouTube. Tidak hanya itu, sekarang jari jemariku juga sudah mulai lemas untuk memegang pensil alis, dan aku sekarang bisa melukis alis dengan rapi.

Trial and Error sudah pasti. Terkadang berhasil, namun ada kalanya juga menemukan kegagalan. Bagiku, itu hal wajar yang di alami setiap orang pada umumnya. Memang tidak dipungkiri lagi kalau aplikasi milik Google tersebut telah banyak membantuku dalam mengembangkan berbagai macam keterampilan baru, dalam kondisi waktu dan biaya yang terbatas.

Informasi dan materi yang bisa kita dapat dari aplikasi tersebut, sangat banyak. Kebijakan dalam memilih materinya, kembali kepada diri kita masing-masing. Kita bebas dalam memilih informasi dan materi yang akan digunakan. Kita juga akan memperoleh hasil dari apa yang telah kita praktekan. Sebaiknya kita bisa bijaksana dalam memilih konten yang akan kita pakai, agar kita tidak terjerumus ke dalam hal yang tidak kita inginkan.

Salam semangat emak berdaster
Catatan: Kutipan artikel di atas adalah versi revisi dari artikel asli yang terdapat di situs:
https://ermadeyo.blogspot.com

Secara konsep sudah cukup bagus. Jika memang dia ingin berkecimpung dalam kegiatan ‘blogging’ semoga, dia bisa menemukan gaya menulisnya sendiri. Karena secara pribadi, saya menyukai orang yang suka membaca dan menulis. Mereka yang melakukan kegiatan membaca serta menulis, akan menambah wawasan serta pengetahuannya.

Meskipun merevisi tulisan orang, saya sendiri bukan penulis yang ahli/sempurna dalam setiap hasil yang sudah saya buat. Saya masih sering mencari ‘makna sebenarnya’ dari setiap kata dan kalimat. Membaca dari berbagai sumber, berdiskusi, dan memperbaiki tulisan saya.

Memang demikian faktanya, bahwa dalam menulis-pun, saya masih banyak menemukan kesalahan di dalam tulisan saya sendiri. Oleh karena itu, setiap respon yang ada seperti; saran, komentar, kritik, bahkan caci maki, akan saya terima dengan baik sebagai ‘perbaikan’.

Leave a Reply

Your email address will not be published.