Wanita Rusia (Russkaya zhenshchina)

Pусская женщина (baca:Russkaya Zhenshchina) yang artinya adalah Wanita Rusia dalam bahasa Indonesia.

Sampai saat ini, saya belum mengetahui siapa nama wanita Rusia tersebut. Saya bertemu dengannya ketika masih tinggal di Nusa Dua, Bali. Saya sering melihatnya setiap malam di sebuah mini market, tempat biasa saya nongkrong sambil blogging dengan memanfaatkan fasilitas wifi dari mini market tersebut. Biasanya, dia mampir untuk membeli minuman lalu pergi.

Saya mengetahui kalau dia berasal dari Rusia karena bahasa yang dia ucapkan. Setiap mendengar dia berbicara dalam bahasa Rusia, saya jadi teringat tokoh ‘Masha’ (film animasi Masha And the Bear), hehe. Terkadang dia juga menggunakan bahasa Inggris dan logatnya terdengar agak kaku (sama seperti saya). Wisatawan dari Asia, India, dan Rusia memang sering agak kaku bahasa Inggrisnya, bahkan beberapa dari mereka memang tidak lancar berbahasa Inggris seperti, wanita yang saya ceritakan ini.

Dialog pertama saya dan ternyata juga yang terakhir dengannya, cukup berkesan karena, dari dialog tersebut beberapa pertanyaan saya tentang Chernobyl terjawab. Dari dulu saya selalu penasaran dengan Chernobyl; sebuah kota yang terkena dampak dari kecelakaan reaktor nuklir sehingga menjadikan kota tersebut tidak bisa dihuni karena efek radiasi. Kota tersebut memiliki julukan kota hantu. Dan saya senang mendengar dia bercerita tentang kota tersebut, serta beberapa budaya di negaranya. Dialog pertama dan terakhir kami saat itu, sangat menarik meski hanya terjadi satu malam.


Setelah pulang kerja, saya mampir ke mini market di Nuansa kori. Rencananya sih, mau cari bahan konten untuk blog saya. Saya membeli sebotol minuman dan sebungkus snack sebagai modus supaya saya bisa mendapatkan password wifi mini market tersebut. Saya duduk di kursi depan mini market lalu mulai menyalakan laptop. Beberapa jam kemudian, wanita itu muncul seperti biasanya. Dia membeli sebotol minuman, lalu setelah membayar, dia keluar dan kali ini dia duduk satu meja tepat di depan saya. Tidak biasanya dia sempat singgah. Setiap kali saya melihat, dia biasanya langsung pergi entah ke mana.

Dia lalu bertanya kepada saya dengan menggunakan Bahasa Rusia-nya. Saya bingung dan memperhatikannya, mencoba memahami maksudnya. Lalu dia mengganti ucapannya dengan menggunakan bahasa Inggris, “sorry, because my English is bad,” katanya. Lalu dia menambahkan, “Can I charge my phone, using usb connection from your laptop? I was forgot my charger.”

“Of course you can. Put your phone here,” jawab saya, setelah memahami maksudnya.

Dia lalu menyambungkan kabel data dari laptop ke handphonenya dan tersenyum sambil bergumam menggunakan bahasa Rusia-nya lagi. Penasaran, saya pun langsung bertanya, “what did you say?”

“Hm… nothing. Just dumb mind about us,” kata dia.

”I was thinking we’re from different country and keep silent, because hard to say in english,” dia menambahkan.

“I know my English is suck. That’s why i don’t speak to much,” jelasnya.

Saya pikir dia ada benarnya juga. Kemampuan berkomunikasi membatasi seseorang berinteraksi apalagi, jika menggunakan bahasa yang berbeda dari bahasa yang biasa mereka gunakan. Kita canggung atau takut berbicara dengan bahasa lain mungkin dengan alasan takut salah, tidak bisa dipahami, atau malah menimbulkan salah faham.

“I know what do you mean. I was think same like that. May be my english is fun and hard to describe, but when someone understand what I say, that mean we can interact to the others.” Saya meresponnya dengan menambahkan sedikit penjelasan, meskipun saya sendiri tidak yakin apa dia memahaminya atau tidak, karena saya sendiri pun tidak yakin apakah saya menyampaikannya dengan gramatikal yang benar.

“That was true. The most important is to understand each other. We can see at sign language. There are no grammar rules. Just use your hands to explain.” Dia menjelaskan sambil tertawa.

Setelah mendengar penjelasannya, sepertinya saya bisa berkomunikasi dengannya. Saya akan mencobanya dengan bertanya, “Do you stay here, or just holiday?”

“Holiday and do something, a little job,” jawabnya. Lalu dia ganti bertanya, “and you? Studying, working, or holiday? And what country do you came for?”

(Artikel ini belum selesai)

Leave a Reply

Your email address will not be published.