Blog dan Uang

Saya pertama terarik melakukan aktivitas blogging ada tahun 2008, dengan nama blog dan niche yang masih bersifat kekanakan. Pada waktu itu tidak ada fokus ke adsense atau SEO. Semua aktivitas bloging yang saya lakukan murni hanya mencatat sesuatu seperti layaknya buku harian.

Melalui perkembangannya, blogging bukan hanya sekedar hobi namun, sekarang bisa menghasilkan uang dengan konten iklan, link, dan adsense. Sayangnya, kita sering tidak memperhatikan seperti apa blog kita di hadapan user. Saya pernah membuka blog dengan iklan yang keterlaluan, sampai membuat komputer saya bingung dengan membuka auto tab. Ketika saya aktifkan adblock, muncul peringatan kalau blog tersebut bertahan karena iklan. Terlihat lucu. Saya belum membaca sedikitpun kontennya tapi sudah disuruh berpartisipasi dengan iklannya. Saya tinggalkan komentar, “ini reklame, bukan blog.”

Hal demikian juga saya temui di forum dan grup komunitas blogger Indonesia. Di sana mereka hanya membahas dan fokus pada adsense serta bagaimana mengiklan tanpa memperhatikan kualitas tulisan mereka. Sangat berbeda sekali dengan komunitas blogger luar negeri. Mereka berdiskusi tentang bug pada blogspot dan bagaimana membuat konten menarik, sampai ide membuat shortcode plugin (ala wordpress) saya pun diterima dengan baik.

Blog yang baik dinilai dari kontennya, bukan iklannya. Tidak salah jika anda mengharapkan blogging yang menghasilkan. Tapi apa yang kalian rasakan jika kalian mengunjungi blog untuk informasi ‘A’, tapi kalian ditawarkan informasi ‘B,C,E,G,…’? Rasanya seperti diseret-seret dipaksa membuka ini dan itu.

Blogger dengan karakter seperti itu mirip pengemis yang malas. Mereka menginginkan blog nya terkenal dan banyak pengunjung, tanpa memperhatikan kualitas blog itu sendiri. Coba saja perhatikan kontennya sama dengan yang lain (mungkin plagiat), iklannya pun tidak bermutu, kalau bukan uang ghaib, mahasiswa ajaib yang menemukan obat pelangsing, atau obat diabetes. Terkadang, blog islami malah menampilkan iklan game sex, atau perjudian. Saya meninggalkan komentar “Iklan di blog anda seperti sampah.” Dan si admin merespon kalau itu cara dia menghasilkan uang dari blog-nya.

Entah apa yang ada di dalam kepala blogger seperti demikian. Dan kebanyakan hal seperti ini saya temui pada pengguna blogspot, bukan wordpress. Kenapa demikian? Mungkin alasan sederhana adalah, pada blogspot kita tidak perlu menyewa hosting, cukup domain saja. Jadi lebih murah bagi mereka yang berprioritas pada biaya. Selain itu alasan blogspot milik google juga jadi pertimbangan lebih dekat dengan adssense. Tapi, coba perhatikan kualitas blog yang ‘gila’ iklan seperti itu, sangat tidak rapi. Image yang error, margin yang tidak presisi, sampai isi konten yang, mixed.

Tegas saya katakan blogger seperti demikian pemalas. Saya merindukan blogger di masa saya, di mana mereka berbagi konten menarik dan cerita yang menyenangkan. Di saat ini juga masih ada Blogger yang berkualitas kontennya, dan masih banyak. Mereka yang mengadalkan konten berbobot daripada uang. Seperti kata bang Deny siregar, bahwa uang adalah dampak dari apa yang kita kerjakan dengan tekun, bukan sesuatu yang harus dikejar dan memaksa kita melakukan hal secara hal yang berlebihan.

Buat saya, uang itu dampak bukan tujuan. Uang akan hadir ketika kita mencintai apa yang kita lakukan. Karena cinta, kita belajar prosesnya. Bukan hanya belajar, kita juga terjun di dalamnya. Dan seperti cinta juga, hubungan itu kadang naik kadang turun.


-Deny Siregar

Menulislah dengan bijak, gunakan idemu, jauhi plagiatisme. Jangan kotori blog anda dengan iklan-iklan yang tidak bermutu. Tanpa dipaksa, jika blog anda berkualitas, maka user akan membeli sesuatu yang anda jual.

Leave a Reply

Your email address will not be published.